Pages

Sunday 22 December 2013

Pretty Man Episode 9 - Part 2



 Sinopsis Pretty Man Episode 9 – Part 2

David sedang mempersiapkan tenda. Bo Tong tertidur di tempat duduknya. David menyelimuti Bo Tong. Ia memandangi wajah Bo Tong yang sedang tertidur.
Ia membelai rambut Bo Tong untuk melihat jelas wajah Bo Tong. David memberanikan diri mendekatkan wajahnya untuk mencium Bo Tong. 
Tapi Bo Tong seketika menggerakkan badannya dan David terdiam ketakutan.lalu David tertawa. Bo Tong masih memejamkan matanya.
Bo Tong hendak terjatuh dari tidurnya,David menangkap dan merangkul Bo Tong agar Bo Tong bersandar di bahunya.
Keesokan harinya,di kantor. Ma Te menghampiri David di mejanya. Ia menyindir David yang kerjanya hanya bermain-main saja dan ia membutuhkan seorang pekerja keras.
David memberitahu Ma Te,kalau semua pekerjaannya sudah beres. Ma Te bertanya,apa David sudah memeriksa kontrak Houston yang ia buat ulang?
Ma Te pasti tidak memeriksa email. Ia sudah mengirim kontrak yang ditandatangani via email 2 hari lalu. Ma Te tidak menyerah,ia meminta David untuk melaporkan barang baru. David kesal dan ia berdiri “aku perlu bicara denganmu,Presdir”
Tentu saja Ma Te setuju. Baiklah,kalau begitu…kau ke ruanganku.
Ma Te penasarana “apa yang ingin kau katakan?”. David menyondongkan badannya dan berkata,apa yang ingin Ma Te tanyakan? Karena ia tahu maksud Ma Te tadi mengganggunya di meja kerja.
Ma Te menyangkal kalau ia tidak ada pertanyaan. David mengajak Ma Te untuk jujur sebagai seorang pria. Ma Te tertawa mendengarnya. Ha ha ha ~
“apa yang sedang kau bicarakan? Aku terlalu jujur. Aku tidak mengerti”
“mengenai aku dan Bo Tong…dan apa yang aku lakukan dengan dia.kau penasaran dengan hal itu,itu sebabnya kau kembali dan datang seperti seekor peliharaan”
Di katai seperti itu,Ma Te tetap menyangkal kalau ia tidak ingin tahu keberadaan Bo Tong dan David semalam dan bahkan tak tertarik sedikitpun.
“Owh,sungguh? Ya..aku rasa begitu. Kau benar-benar tidak tertarik bukan?” David meyakinkan Ma Te.
Ma Te berkata,apa aku terlihat berbohong padamu?. Oke,sesuatu yang ingin David katakan sudah berakhir. Ia juga mengingatkan Ma Te untuk memeriksa email yang ia kirim.Pelan-pelan David berjalan pergi. 
“tidak.tidak bisa. Aku tidak akan bertanya padanya” Ma Te mencoba meyakinkan dirinya untuk tidak terbawa suasana.
David masih berjalan dengan perlahan,ia menantikan Ma Te menanyakan tentang semalam. Ayo kita dengarkan! Ma Te akhirnya kalah. David kegirangan. David berbalik dan menatap Ma Te.
“tadi malam,apa yang telah kau lakukan dengan Kim Bo Tong?” tanya Ma Te dengan jual mahal “menangislah. Anak sialan!” Ma Te mengumpat David.
“kau tidak bisa tidur karena penasaran? Lihatlah mata lelah dan hampir mati” David masih menatap Ma Te dengan penuh kemenangan. “aku tidak akan bilang padamu!” kata David dengan suara tinggi dan mengejek. Ia tertawa meniru Ma Te. Ha ha ha~
Ma Te kesal dan hendak melempar David dengan pulpen yang ia pegang. David berbalik dan langsung Ma Te berpura-pura menggaruk punggungnya.wkwkkw
David mendapat pesan. Ia memberitahu Ma Te kalau Bo Tong mengirim pesan padanya yang mengatakan kalau dirinya bekerja di luar.
David tertawa mengejek dan langsung keluar dari kantor Ma Te. Ma Te benar-benar kesal.
Bo Tong ada di ruangan Ma Te. Ia dipanggil untuk menulis surat permohonan maaf. Ma Te beralasan kalau Bo Tong harus melakukannya karena telah melanggar kedisplinan kerja. Seperti bermain-main hingga tidur di luar.
Bo Tong tak terima tuduhan Ma Te. Ia menyindir Ma Te “bagaimana dengan Presdir yang berkencan untuk pamer?” gerutu Bo Tong. Kalau begitu Ma Te juga harus menulis surat permohonan maaf.
Ma Te beralasan kalau ia pergi untuk melayani partner bisnisnya. Bo Tong tak terima Myo Mi adalah partner bisnis bagi Ma Te. Ma Te menjelaskan kalau Myo MI sudah membantu mereka untuk menjual kaos kaki kebersihan. Jelas dia partner bisnis.
David masuk ke ruangan Ma Te sambil membawa beberapa contoh produk baru agar Ma Te me-reviewnya.
David melihat surat yang Bo Tong tulis. Ia tertawa karena surat itu terlihat kekanak-kanakan. Karena surat yang Bo Tong buat tidak resmi seperti anak sekolahan. David memberitahu Bo Tong kalau di tempat kerja,surat permohonan maaf bukan  ditulis ‘bansung moon’ (bahasa non formal) melainkan ditulis ‘shimal suh’ (bahasa formal). 
Tentu saja Bo Tong tahu,ia melirik Ma Te karena Ma Te yang menyuruhnya menulis seperti itu. David bergegas keluar untuk menerima panggilan telepon.
Bo Tong berkata kalau ia akan menulis ulang dengan surat permohonan maaf yang resmi. Ma Te mengelak,ia sengaja meminta Bo Tong menulisnya tapi Bo Tong tetap saja menuruti perintahnya.
David menerima panggilan telepon dari seseorang di toilet. Ia melihat sekeliling agar tidak ada orang yang mendengarnya. Orang yang menelepon David mengatakan kalau mereka khawatir setelah David meninggalkan perusahaan MG home shopping. 
“aku sudah belajar di tempat yang kau minta. Dan bekerja di MG home shopping seperti yang perintahkan padaku. Bukankah itu sudah cukup untuk memuaskan ayah?”
Si penelepon bertanya,alasan David pindah ke perusahaan Bo Tong. Apa karena ayah kandung dari Presdir Ma Te?
David menyangkalnya. Ia masuk ke perusahaan Bo Tong karena suka dengan visi perusahaannya. David kesal dan menutup teleponnya.

Ma Te terkejut saat Yoo Ra memberitahunya bahwa Na Hong Ran memiliki seorang anak. Yoo Ra meminta Ma Te untuk menemukan anak Na Hong Ran,karena bisa saja Na Hong Ran membesarkannya tanpa diketahui oleh siapapun. Jadi singkatnya,anak itu adalah inti dar MG. hanya anak itu yang diinginkan Na Hong Ran sebagai pewaris.
Kalau saja Ma Te tidak fokus,maka Ma Te bisa kehilangan semuanya. Jadi mereka harus menemukannya terlebih dahulu.
“bagaimana kalau kita menemukan anak itu?” tanya Ma Te
“kita bisa menjadikannya senjata dan merebut hatinya. Jika tidak ada jalan lain,maka bunuh dia”
Ma Te melihat majalah yang memasang cover keluarga Na Hong Ran. Bo Tong masuk ke ruangan Ma Te untuk memberikan surat kontrak yang ia buat dengan home shopping di Jepang. Bo Tong melihat majalah di meja Ma Te dan ia langsung mengenali wajah Presdir Park.
Ma Te heran,apa Bo Tong mengenalnya?. Bo Tong menjawab kalau ia mengenal pria itu saat membawa Ahjumm (ibu Ma Te) ke Seoul untuk bertemu dengan Presdir Park. Bahkan Ahjumma berbincang lama dengan Presdir Park.
Ma Te bertanya kapan ibunya bertemu dengannya?. Bo Tong tak ingat jelas tapi saat itu tepat sebelum ahjumma meninggal. Ma Te bertanya,apa Bo Tong mendengar perbincangan mereka dan mungkin mendengar sesuatu seperti ‘kata kunci’?
Bo Tong tak mengerti maksud pertanyaan Ma Te dan lebih terkejut lagi Bo Tong baru tahu ternyata Presdir Park itu adalah Presdir MG Group. Dia juga memberitahu Ma Te kalau Ahjumma dengan pria itu terlihat sangat dekat.
Ma Te bertanya,apa Bo Tong tahu,ibunya memanggil pria itu dengan sebutan apa?. Bo Tong menggeleng,itu karena ia menunggu dari kejauhan dan tak mendengar perbincangan mereka.
Ma Te memikirkan sesuatu dan ia mengeluarkan sebuah foto ibunya bersama Presdir Park.Ibu,bagaimanapun kalau kau akan bertemu Presdir Park,kau seharusnya membawaku bukan malah Kim Bo Tong. Hong Yoo Ra adalah kodenya. Kau bertemu Presdir dengan Bo Tong,setidaknya kau memberiku sedikit tanda atau petunjuk,aku tidak akan berlari kesana dan kemari seperti ini. 
Ma Te bersedia menjadi promoter untuk Myo Mi sebagai model pakaian outdoor ternama. Ia juga menandatangani kontrak dengan pemilik perusahaan tersebut.
Ma Te datang untuk melihat pemotretan Myo Mi. Ma Te juga berhasil membuka sebuah toko pakaian outdoor di kawasan Seoul.
Bo Tong dan Ma Te sedang berkeliling memantau toko yang ia buka. “sangat cantik” puji Bo Tong saat melihat sesuatu. Ma Te besar kepala dan ia mengira Bo Tong memuji dirinya. “seperti putri salju” lanjut Bo Tong. Ma Te heran dan melihat ke arah yang dilihat Bo Tong.

Gaun putih cantik terpajang di etalase sebuah butik. Bo Tong mengajak Ma Te ke butik itu agar ia bisa mencoba gaun itu. Ma Te mengatakan apa menurut Bo Tong itu akan bagus bagi siapa saja yang memakainya? Jadi Bo Tong harus mempertimbangkan siapa desainer yang membuatnya.
Bo Tong masih menatap gaun itu walau Ma Te sudah pergi meninggalkannya.
Saat akan tidur,Bo Tong teringat sesuatu. Kalau diluar saat ini sangat dingin jadi ia teringat dengan David yang tidur di tenda luar. Ia mengirim pesan pada David. Apa kau sudah tidur?
Di dalam tenda,David merasa kedinginan. dan ada pesan dari Bo Tong. Ia membalas kalau ia belum tidur. Bo Tong kembali mengirim pesan,bukankah cuaca benar-benar sangat dingin hari ini?
David membalas,tidak. tidak dingin sekali. Tapi ia salah ketik dan mengirim ‘tidak. disini sangat dingin’. Hehe
Bo Tong mengajak David tidur di sofa dalam kamarnya. Ia merasa tak nyaman jika David kedinginan di dalam tenda luar. Dan juga kamar Duk Saeng terkunci jadi David tidak bisa tidur dikamar Duk Saeng.
Bo Tong memberitahu David kalau ia akan pindah ke restoran ibunya. David kaget,apa Bo Tong merasa tak nyaman di kamar ini? dan juga kamar di restoran ibu Bo Tong sangat kecil. Bo Tong menjawab kalau ia merasa nyaman tapi ia merasa tak nyaman pada David. Karena David perlu tidur di kamar bukan di tenda saat cuaca dingin seperti ini.
David mengatakan kalau kamar yang dipakai Bo Tong saat ini adalah kamarnya. Dan sudah 5 tahun yang lalu ia tidak tidur di kamar ini. kenapa? David bercerita sebenarnya di kamar ini ada hantunya. Bo Tong ketakutan dan meminta David untuk tak bercerita soal hantu. David melanjutkan,kalau hantu itu memiliki wajah yang bagus. Bo Tong tidak mau dengar cerita david,ia menutup wajahnya dengan bantal. David tertawa melihat tingkah lucu Bo Tong.
David sedang latihan music bersama teman-temannya. Salah satu temannya tak percaya jika David sendiri yang menulis lirik lagunya. Apa kau sedang jatuh cinta?
David tersenyum. Salah satu teman wanita melanjutkan jika David sedang mengencani wanita,seharusnya David membawanya saat penampilan mereka nanti.lagi-lagi David tertawa mendengarnya lalu ia batuk. Temannya menasehati David untuk menjaga tenggorokannya agar tidak mengganggu penampilan mereka nanti.
Ma Te mendatangi butik yang menjual gaun putih yang diinginkan Bo Tong. Ia membeli gaun itu untuk Bo Tong.
David berada di kamar Bo Tong,untuk mengobati jari-jari Bo Tong yang terluka karena belajar gitar. Bo Tong bertanya,apa David sudah menyelesaikan lirik lagu itu?
David mengiyakan. Dan dia akan melakukan debutnya di pertunjukan malam natal nanti. Ia mengingatkan Bo Tong untuk datang ke pertunjukan itu karena ini adalah pertama kali ia mengundang seseorang.
Tentu saja. Bo Tong akan datang dan menyemangati david. Dan ia juga ingin mendengarkan masalah yang dihadapi David karena dirinya. David menyarankan Bo Tong untuk datang dengan pakaian hangat karena pertunjukannya di luar ruangan.
Bo Tong mengerti. Ia sangat senang karena natal nanti akan menyenangkan karena David. Bo Tong mendapat telepon dari Ma Te yang memintanya untuk menemuinya di luar rumah. Bo Tong heran ada apa malam-malam Ma Te datang menemuinya? Apa ia membuat kesalahan pada Ma Te?
Lalu Bo Tong menemui Ma Te. Ma Te bertanya,sedang apa Bo Tong dan David di dalam satu ruangan. Bo Tong menjawab kalau David mengajarinya bermain gitar. Ma Te menasehati Bo Tong,untuk tidak menjadikan cuaca sebagai alasan  dan membawa David di dalam kamarnya.
Ma Te memberikan sebuah tas belanja pada Bo Tong. Bo Tong membukanya dan ternyata gaun putih yang ia inginkan. Bo Tong terkejut sekaligus senang. Ia tercengang tak percaya. Ma Te membelikan gaun itu untuk memberi bantuan bagi orang yang membutuhkan.
Ma Te menyuruh Bo Tong untuk segera masuk ke dalam tapi Bo Tong masih diam terpaku. Ma Te melirik kaca spion dan melihat Bo Tong kegirangan menerima gaun itu. ia juga merasa senang.
Di kantor,Bo Tong menerima pesan yang berisi reservasi atas nama Dokgo Ma Te di hari natal jam 7 malam. Bo Tong tak mengerti maksud dari pesan itu. apa itu pesan salah kirim?
Bo tong langsung menanyakannya pada Ma Te. Ia bertanya,apa Ma Te membuat pesanan makan malam? Tapi kenapa pesannya masuk ke ponselnya?
Ma Te gregetan bukankah seharusnya Bo Tong bertanya ‘Oppa,kau ingin makan malam denganku? Di malam natal yang penuh cinta itu?’. 
Wajah Bo Tong berubah sedih “apa kau akan menikah?”. Ma Te terkejut. Karena sebelumnya Ma Te berbuat baik pada Bo Tong dan mengajak Bo Tong makan. Dan saat itu juga Ma Te bilang akan menikah. Seharusnya dari awal Bo Tong tahu kalau maksud Ma Te membelikannya pakaian untuk memberitahu hal yang sama. Bo tong menolak untuk pergi makan malam.
Ma Te kesal karena Bo Tong membahas masa lalu. Kalau Bo Tong tak mau datang,mending tak usah datang. Ia hanya khawatir jika Bo tong menikmati malam natal dengan makan ramen sendirian di rumah. Bo Tong akhirnya menyadari jika Ma Te benar-benar mengajaknya makan malam.
Ma Te menyuruh Bo Tong datang dengan mengenakan gaun itu. Bo Tong mengerti. Tapi ia baru teringat kalau ia ada janji dengan David. Apa bisa Ma Te mengajaknya makan siang saja? Karena ia rencana di malam hari. 
Rencana apa?. Bo Tong langsung mengajak Ma Te untuk menemaninya pergi melihat pertunjukannya David. Ma Te tak mau,ia menyuruh Bo Tong tetap datang dan jangan telat. Ma Te berkata kalau ia sangat ingin makan malam dengan Bo Tong. Ini adalah keputusan yang ia buat karena ia kesulitan bertemu dengan Bo Tong.
Bo Tong bingung antara David dan juga Oppanya,Ma Te.
David sedang memikirkan sesuatu.
Flashback –
David berada di ruangan Ma Te. Ma Te mengatakan kalau ia tahu David aka nada pertunjukan besok. Padahal Ma Te juga berharap bisa pergi besok dan ada rencana makan malam dengan Bo Tong. Ma Te juga mengatakan kalau ia sangat sulit mendapat pesanannya dan sayang jika membatalkannya.
David mengerti maksud dari Ma Te.
Flashback End-
Hal itu yang saat ini membuat David gelisah. Di dalam kamar,Bo Tong memandangi gaun dan gitarnya secara bergantian. ia kebingungan harus merayakan malam natal dengan siapa.
Padahal sebelumnya tidak ada yang special di malam natal. Tapi sekarang,ia malah mendapat 2 ajakan sekaligus. Ia merebahkan dirinya.
David datang dan membawa makanan untuk Bo Tong. David memuji gaun milik Bo Tong. Bo Tong berkata kalau gaun itu ia dapat sebagai hadiah. David menebak past Ma Te yang membelikannya. Bo Tong mengangguk “dia bilang gaun itu untuk orang yang membutuhkan. Mungkin dia mengatakannya karena ia merasa malu. Karena ini pertama kali baginya peduli denganku jadi pasti dia merasa malu”
“kenapa kau tidak mengajaknya makan malam di hari natal? Bukankah itu sangat menyenangkan?”
David meminta Bo Tong untuk mengatakan pada Ma Te kalau Bo Tong tidak tempat yang dtuju dengan berpakaian seperti itu. itu adalah alasan bagus dan juga di hari natal juga bagus.
Bo Tong tak setuju karena saat itu adalah hari pertunjukan David. Tak apa,David tak mempermasalahkannya. Karena pertunjukannya juga akan direkam jadi Bo Tong bisa melihat rekamannya.
David berbohong kalau Bo Tong datang dan melihatnya akan membuatnya merasa tertekan dan nada yang ia mainkan pasti berantakan.Bo Tong mengerti dan mengingatkan David untuk menunjukan rekaman pertunjukannya. “sebenarnya Ma Te Oppa ingin aku melihat pertunjukanmu.”
David lega bisa mengatakannya dan tak lupa ia mengucapkan natal lebih awal pada Bo Tong. Di luar David memperlihatkan wajah sedihnya tapi ia merasa lega bisa membuat Bo Tong bahagia bersama Ma Te.
Presdir Park kembali ke Korea setelah menjalani operasinya di luar negeri. Presdir Park ingin makan sup tulang sebelum pulang ke rumahnya. Sopirnya memberitahu jika Na Hong Ran sedang menunggu kedatangan Presdir Park di rumah.
Presdir Park meminta sopirnya untuk menelepon seseorang.
Presdir Par sedang berada di Restoran. Sopirnya memberitahu jika tuan muda sudah datang. Tuan muda? Siapa dia?
“Won Lee,duduklah” sapa Presdir Park pada orang yang dipanggil ‘tuan muda’ tadi.
Ternyata dia adalah David Choi. Ia menyapa Presdir Park “aku dengar operasimu berjalan lancar. Kenapa kau tiba-tiba meneleponku?”
“apa aku perlu alasan buat makan malam dengan anakku sendiri” jawab Presdir Park. Jadi David Choi adalah anak dari Presdir Park? Anak dari siapa? Na Hong Ran?
David bertanya pada ayahnya,kenapa ayahnya memanggilnya?. Presidir Park berkata kalau ia hanya ingin melihat anaknya.  Seharusnya ayahnya memanggilnya untuk memancing seperti biasanya daripada harus bertemu di restoran.
Presdir sudah tak suka pergi memancing,ia sangat ingin mengajak anaknya ke Sauna dan ia akan menggosok punggung anaknya. David heran dengan sikap ayahnya yang tiba-tiba. Presidr Park berkata kalau ia selalu ingin melakukannya dengan kedua anaknya pergi ke Sauna dan memancing.
David tak terima Presdir Park menyebut salah satu anaknya sebagai kakaknya. bagi ayahnya,David adalah hanya asuransi. Asuransi dari Presdir lemah Park Moon Soo dan anak haram,David Choi.
“kau bukan sebuah asuransi. Orang tua mana yang akan melakukan itu? aku hanya ingin melindungimu. Kau dan juga ibumu”
David tak percaya mendengar hal it dari ayahnya. Melindungi ibu?. David tak tahan,ia pamit pergi.
Bo Tong mengenakan gaun putih dan pergi menuju restoran,tempat janjiannya dengan Ma Te. Ia berdiri di luar restoran dan melihat Ma Te yang sedang menunggunya.
Di tempat lain,David sudah mulai dengan pertunjukannya. Ia menyapa para pengunjung.ia mulai menyanyikan lagu pertama.
Bo Tong masih berdiri di luar dan menatap jari-jarinya yang di perban. Bo Tong mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan.
Ma Te menatap kursi kosong di depannya. Ia melahap makanan yang ia pesan. Ia melahapnya dengan kesal. Oppa,Maaf. Aku rasa aku akan menyesalinya. Ini adalah impianku menghabiskan malam natal denganmu. Tapi kalau aku membiarkan ini,aku akan menyesalinya. Tapi,aku rasa aku harus menepati janjiku pada Manager Choi. Aku benar-benar minta maaf,oppa.
Ternyata Bo Tong datang ke pertunjukannya David. Ia datang saat david menyelesaikan lagu pertamanya. Bo Tong mengendap-ngendap di kerumunan penonton.
“ini adalah lagu terakhir kita. Lagu ini adalah…” david tak melanjutkannya karena ia tak percaya ia melihat Bo Tong datang dan menonton di barisan depan. Bo Tong melambaikan tangan pada David. “aku yang menulis lagu ini. ini adalah pertama kalinya aku menulis lagu tentang cinta. Karena…aku sedang jatuh cinta” penonton berteriak menyoraki David
“lagu ini,untuk orang yang membuatku berada dalam masalah. Aku ingin menyanyikannya untuk dia” lanjut David. Bo Tong merasa aneh mendengar pengakuan David.
kau melihat orang lain. Tapi aku selalu berdiri di sampingmu. Kalau kau menggerakan kepalamu sedikit saja. Kau akan tahu hatiku.
kau akan bisa melihatku. Kau semakin jauh. Saat aku selalu di sampingmu,cintaku tidak bisa menggapaimu
mungkin kau hanya semakin menjauh. Mungkin aku harus melepaskanmu pergi. Aku bilang aku mencintaimu. Dari pertama aku melihatmu,aku bilang aku mencintaimu
apa kau tidak mendengarku? Dari awal,kita mencari cinta yang sebenarnya tidak ada. Mungkin kita tidak akan bisa saling menggapai
haruskah aku tetap maju selangkah demi selangkah....
Bo Tong terharu mendengar lagu yang dinyanyikan oleh David. Tapi ia merasa tak nyaman.
David mengajak Bo Tong ke Café untuk menikmati minuman. Mereka berdua nampak canggung. Bo Tong berkata kalau ia sangat ingin minum minuman ini. David juga mengatakan kalau minuman ini mendadak terkenal karena Ma Te dan Myo Mi berkencan menikmati minuman ini.
Bo Tong memuji David yang sangat bagus menyanyikan lagu itu. David bertanya,bagaimana tentang lagunya?
David tahu kalau Bo Tong pasti mengatakan ‘aku tidak yakin dengan artinya’. Tapi ia tidak ingin Bo Tong mengatakan seperti itu. “aku sangat menyukaimu sejak pandangan pertama”
Flashback-
David sedang berada di RS. Ia sedang mengalami kesulitan tidur. Ia bisa tidur jika ia mengkonsumsi obat tidur. Dokter menasehati David untuk tidak menggunakan obat tidur dan menyarankan David untuk latihan atau berkencan dan juga mencoba sesuatu yang baru.
“tidak peduli apa yang kulakukan, itu tidak berguna”
“apa kau masih sering mimpi tentan ibumu?”
Mendengar pertanyaan tentan ibu,David tidak ingin menjawabnya. Matanya mulai berair,lalu ia menutupnya dengan mengenakan kacamata hitamnya. 
Saat keluar dari RS. Ia melihat Bo Tong sedang menjual benda-benda handmade-nya. Sejak saat itulah ia menyukai Bo Tong yang selalu ceria.
Flashback end-
Bo Tong akhirnya mengerti. Jadi alasan kaos kaki kebersihan itu mmebuat David membantunya. Itu adalah permulaan,kata David. Tapi bukan hanya itu alasannya. Produknya memang bagus. 
“aku kira aku tidak membuat masalah padamu” ujar Bo Tong. “ kau pasti sangat marah. Karena aku hanya membicarakan tentang Ma Te Oppa setiap hari. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku mungkin aka terus membuat masalah”
“maka aku akan membuat kesalahan juga”. David juga mengatakan kalau Bo Tong hanya perlu tetap berada di tempatnya. Bo Tong hanya melihat siapa yang Bo Tong suka. Begitu juga dengan dirinya,ia hanya akan melihat Bo Tong. “dan kemudian,kalau sekali saja kau memikirkanku,berbaliklah dan lihat aku. Itu sudah cukup buatku”
“itu benar-benar sulit” ujar Bo Tong sedih. Melihat ke belakang orang yang tidak ia sukai,ini benar-benar sangat sulit.
David tidak mempermasalahkannya. Karena ada orang yang bisa mengawasinya. Ini lebih baik daripada melihat ke atas.
Ma Te sedang menunggu mereka di depan rumah. Ma te langsung mengajak Bo Tong pergi. Karena David tidak bisa tidur di tenda selamanya jadi Bo Tong harus pergi dari rumah David.
“Oppa,kenapa kau tiba-tiba seperti ini?” tanya Bo Tong
“kau bilang kau ingin tidur dirumah. Aku akan meberikanmu tempat. Jadi datanglah dan tinggal disana” suara Ma Te meninggi
“ayo kita bicara nanti. Aku akan mengurusnya” tolak Bo Tong
Ma Te kesal dan berteriak pada Bo Tong. David dan Bo Tong kaget melihat sikap Ma Te. Lalu Ma Te menarik tangan Bo Tong dan hendak membawanya pergi. David menahannya.
“apa Bo Tong adalah baranmu? Menurutmu apa yang sedang kau lakukan?”  tanya David.
Ma Te kesal dan menatap David dengan tatapan tajam. Bo tong bingung dan heran melihat tatapan kedua pria di depannya.
Komentar :
David begitu sangat menderita. Apa yang ibunya lakukan padanya? Kenapa David selalu ketakutan tidur di kamarnya dan bermimpi tentang Ibunya?
Sepertinya ia sangat membenci ayahnya karena menjauhkannya dengan Ibu kandungnya. Apa Ibu kandung David adalah Na Hong Ran?
Anak haram?. Mengingatkan kita dengan drama yang baru saja tamat. Apakah yang dimaksud Presdir Park tentang kedua anaknya adalah Ma Te? Dan mengapa Na Hong Ran memiliki kalung yang sama seperti yang dimiliki Ibu Ma Te?
Apa sebenarnya David dan Ma Te adalah saudara kandung? Masih misteri.
Dan semoga Bo Tong menyadari perasaannya untuk siapa. Walau dia sangat menyukai Ma Te tapi belum tentu ia merasa nyaman bersama Ma Te.

8 comments:

  1. akhirnya Bo Tong bs sadar jg dg perasaan David... bnr2 lola ya! harusnya David lbh awal mgatakanya..

    ReplyDelete
  2. Kshn mate,plg g dvd tau ayhx,smntra mate blm prnh! Hihihi sdh ^_^

    Pnsrn,mgknkh rencana yora gagal krn kmcln dvd yg tak trdg dtngh jln???

    Ato mlh botong,yg bs mmbt kacau krna mate jth cinta pd nya?? Ap pun itu sprtix peramal listrik tau,ap lg stlh ktmu botong.mgkn alsn itu,mmbri mate hadiah yg hny blh dka sa'at mate dlm ksulitan????

    ReplyDelete
  3. Sepertinya putra tertukar gitu eonni heheee kek judul sinetron indonesia aja.
    David anak.nya ahjuma,sdgkan ma te anaknya na hong ran tpi aku blm faham maksudnya ditukar knpa yaaa hihiii
    Gomawo eonni ^^

    ReplyDelete
  4. semoga David bisa bersama Bo Tong dan Ma Te ya terserah dialah sama siapa nanti.
    apa Ma Te san David itu putra yang tertukar? #gubrak.
    tapi kayanya David bukan anak kandung Nang Hyoran deh?
    soalnya dia ga ambisius dan ga "allay" kaya presdir Park dan Ma Te??
    .

    ReplyDelete
  5. sepertinya ma te oppa sudah mulai menampakan perasaan x sama botong, oppa fighting ^^!,,,,,

    ReplyDelete
  6. berharap bo tong bisa sama david,jadi ceritnya ga sama kayak cerita2 kebanyakan,karena d setiap cerita pasti ada pihak yg cintanya ga kesampaian,kaak young do ke eun sang,yool ke chae geong,gon ke yeo wool dll...

    ReplyDelete
  7. kakak, mau anya dong, itu lagu yang dinyanyiin david pas di malam natal itu judulnya apa ya?

    ReplyDelete

Terima kasiih atas komentarnya^^
walau aku tak membalas satu per satu,tapi aku selalu membaca komentar kalian